Daftar isi

Panduan Singkat Remarketing untuk Bisnis Anda

Panduan singkat remarketing

Pernah lihat Ads yang topiknya sangat sesuai dengan keseharian dan topik kesukaan Anda? Kemungkinan iklan yang Anda lihat merupakan bagian dari campaign remarketing brand tersebut. 

Kalau saat ini Anda tengah beriklan di berbagai platform, atau sedang berpikir untuk mencari strategi baru untuk tingkatkan konversi, Anda bisa mulai coba strategi remarketing. 

Artikel ini berisikan panduan singkat untuk memulai campaign remarketing Anda sekaligus membantu Anda untuk memilih cara yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, serta platform yang paling tepat (kami juga menyertakan cara baru untuk strategi remarketing di bab paling akhir!)

Pertama, mari kita coba definisikan apa arti dari Remarketing itu sendiri: 

Definisi Remarketing

Remarketing adalah strategi pemasaran digital yang bertujuan untuk menargetkan konsumen yang pernah mengunjungi situs web atau toko online Anda, namun belum melakukan pembelian. 

Dalam remarketing, iklan yang ditampilkan adalah iklan yang relevan dengan produk atau jasa yang dikunjungi oleh konsumen. Iklan tersebut ditampilkan di situs web lain yang juga digunakan oleh konsumen yang pernah mengunjungi situs web atau toko online Anda.

Remarketing adalah salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan jumlah konversi dan penjualan. Dengan menargetkan konsumen yang sudah pernah mengunjungi situs web atau toko online Anda, Anda dapat meningkatkan kesadaran merek dan mendorong mereka untuk melakukan pembelian.

Menurut Search Engine Journal, terdapat dua jenis remarketing:

Web based remarketing: Remarketing ini memanfaatkan pixels dalam situs Anda untuk menjangkau individu spesifik yang telah mengunjungi halaman situs Anda atau melakukan beberapa tindakan, seperti sign up atau mengunduh konten Anda.

Engagement based remarketing: Remarketing ini akan menargetkan individu yang pernah berinteraksi dengan konten media sosial Anda atau menonton video Anda. 

3 Alasan Utama Perlunya Remarketing untuk Bisnis Anda

1. Buat Iklan yang Lebih Personal

Karena Anda mengetahui tindakan yang diambil oleh pengunjung pada situs web Anda, Anda dapat menargetkan mereka dengan iklan yang eksklusif hanya untuk mereka saja. Semakin personal suatu iklan, semakin besar kemungkinan audiens Anda untuk merasa didengar. 

Misalnya, katakanlah Anda memiliki toko e-commerce dan seorang pengguna menambahkan beberapa item ke keranjang belanja mereka tetapi meninggalkan situs web Anda tanpa melakukan checkout.

Anda dapat menargetkan pengguna ini dengan penawaran diskon terbatas satu kali dalam upaya untuk membuat mereka menyelesaikan pesanan mereka.

2. Tingkatkan konversi Anda

Statistik menunjukkan bahwa hanya 2% dari pengunjung pertama kali yang terkonversi. Ini berarti untuk setiap 100 orang, hanya 2 orang yang kemungkinan akan melakukan tindakan yang Anda inginkan.

Apa yang terjadi pada 98% sisanya? Mereka mungkin akan kembali atau tidak akan pernah kembali.

Namun, Anda dapat menggunakan remarketing untuk mengembalikan orang-orang ini ke situs web Anda. Menurut  WordStream, lebih banyak pengguna yang terkonversi setelah melihat iklan beberapa kali.

Sangat memungkinkan bagi pelanggan untuk meninjau iklan dari brand tertentu terlebih dahulu, apalagi untuk brand baru, pelanggan mungkin akan perlu waktu untuk mencerna produk atau jasa yang ditawarkan. Iklan yang repetitif dapat bantu brand Anda untuk akhirnya dilirik oleh pelanggan potensial. 

3. Awareness

Sebagai bisnis, selalu penting untuk tetap berada dalam pikiran pelanggan dan calon pelanggan Anda.

Dengan terus menargetkan pengguna Anda melalui remarketing, mereka selalu menyadari merek Anda.

Potensi pelanggan lebih mungkin menjadi pelanggan, dan pelanggan yang sudah ada juga kemungkinan besar akan membeli dari Anda secara berulang-ulang.

Berbagai Contoh Penargetan Remarketing

1. Remarketing untuk Keranjang yang Ditinggalkan

Remarketing untuk bandoned cart dengan otomasi broadcast WhatsApp

Cart abandoners atau pelanggan yang tidak menuntaskan belanjaannya umumnya memiliki beberapa skenario perjalanannya sendiri, kemungkinan mereka sedang melakukan window shopping atau melihat-lihat produk terlebih dahulu dan membandingkannya dengan toko lain.

Menargetkan audiens ini dapat bantu tingkatkan konversi checkout produk Anda. Anda juga bisa membuat penawaran tertentu, misal: promo midnight sale, diskon untuk produk tertentu yang ada dalam keranjang pembeli. 

2. Remarketing untuk Pembeli atau Pelanggan Setia

Jika seseorang pernah membeli produk Anda, remarketing akan mendorong mereka untuk menjadi returning customer. 

Sebagai contoh Anda akan menerima klan Airbnb di beranda media sosial Anda seperti Facebook atau Instagram setelah Anda melakukan pembayaran untuk staycation Anda di bulan ini di Airbnb.

contoh remarketing campaign

Personalisasi juga mungkin dibutuhkan untuk menargetkan audiens ini, Anda bisa menawarkan produk pelengkap alih-alih memberikan produk serupa yang telah mereka beli sebelumnya (sebab, siapa yang butuh dua barang yang sama persis bukan?). 

3. Remarketing untuk yang Pernah Menonton Video Anda

Remarketing ini termasuk dalam engagement based remarketing, karena akan lebih berfokus pada aktivitas di media sosial. 

Orang yang pernah menonton video Youtube Anda belum tentu pernah mengunjungi situs Anda, sehingga Anda bisa memperkenalkan produk Anda kembali melalui iklan dan mendorong mereka untuk mengunjungi situs Anda. 

4. Pengunjung Laman Spesifik di Situs Anda

Jika Anda memiliki halaman di situs Anda yang spesifik untuk setiap industri, Anda dapat membangun audiens remarketing yang terpisah untuk masing-masing halaman tersebut.

Dengan demikian, Anda akan membuat grup audiens yang lebih spesifik, dan memudahkan Anda untuk mempersonalisasi sesuai dengan perilaku konsumen dari industri tersebut. 

WhatsApp Broadcast Bisa Jadi Solusi Remarketing Anda yang Sesuai dengan Bisnis Anda 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas selain remarketing website, Anda juga bisa menjalankan strategi engagement based remarketing. Engagement based remarketing, bisa dari media sosial atau aplikasi chat.

Bagaimana caranya bisa menargetkan ulang kontak yang di aplikasi chat, masa harus kirim chat satu-satu? Tenang, di SleekFlow Anda tidak perlu se-manual itu. 

Di SleekFlow Anda bisa terhubung kembali dengan kontak Anda, apapun situasinya. 

contoh chat broadcast whatsapp untuk bisnis retail
Contoh Whatsapp Broadcast di SleekFlow

Buat otomasi dan daftar kontak sesuai dengan kebutuhan Anda, misal Anda hanya ingin menargetkan pelanggan yang berulang tahun di hari tertentu, buat pesan dan kirim!

Semua hanya perlu Anda lakukan dalam satu dasbor saja. 

Cara Mudah Remarketing dengan SleekFlow.


Rekomendasi untuk Anda

Kembangkan bisnis Anda bersama SleekFlow

Mulai sekarang dan tingkatkan cusomer engagement Anda. Gratis!