Daftar isi

Advertising: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Aturan di Indonesia

Terakhir diperbarui
Durasi
Ilustrasi Blog Advertising Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Aturan di Indonesia

TL;DR: Keterangan Singkat

Selama momen 12.12, sebuah toko furniture di Bandung menggelontorkan anggaran besar untuk Instagram Ads. Iklan berhasil mendatangkan ribuan klik dan ratusan chat calon pembeli. Namun saat promo usai, sang pemilik kebingungan menghitung total transaksi nyata karena ratusan pesan tersebut tersebar di tiga nomor WhatsApp berbeda tanpa sistem terpusat.

Mengiklan tanpa sistem pelacakan rapi hanya akan membuang modal. Tujuan akhir advertising adalah mengantongi pesanan lunas, bukan sekadar menimbun obrolan tanpa kepastian. Artikel ini membahas cara kerja periklanan di Indonesia, etika hukumnya, serta strategi melacak setiap rupiah anggaran hingga menghasilkan transaksi.  

Apa Itu Advertising?

Advertising atau periklanan adalah bentuk komunikasi berbayar dari pengiklan yang identitasnya jelas untuk menyampaikan pesan tentang produk, layanan, atau merek kepada audiens tertentu melalui media. Melalui saluran ini, bisnis menjangkau target pasar secara terencana dan terukur.

Rujukan buku Principles of Marketing karya Kotler dan Armstrong menekankan dua unsur mutlak. Sifatnya wajib berbayar (paid) dan identitas pihak pengiklan tertera terang-benderang (identified sponsor). Tanpa dua unsur ini, pesan komersial tidak masuk kategori periklanan baku.

Dalam bahasa Indonesia, padanannya terbagi menjadi periklanan (prosesnya) dan iklan (materi pesannya). Batasan ini sejalan dengan Etika Pariwara Indonesia Amandemen 2020 dari DPI, yang menegaskan iklan sebagai pesan komunikasi pemasaran berbayar melalui media dan berasal dari pengiklan yang dikenal.

Apa Beda Advertising, Marketing, Promosi, dan Branding?

Banyak pebisnis sering kali memakai istilah-istilah ini secara tertukar. Padahal, keempatnya menempati posisi yang berbeda dalam strategi pertumbuhan usaha:

Istilah

Cakupan Kerja

Tujuan Utama

Contoh Nyata

Marketing

Riset pasar, penetapan harga, produk, dan distribusi

Menemukan peluang pasar dan mencetak profit

Survei tren rasa sebelum merilis menu kopi baru

Promosi

Bauran komunikasi: iklan, sales promo, humas, direct marketing

Membujuk audiens agar segera mencoba produk

Bagi kupon diskon ongkos kirim dan kartu stempel

Advertising

Saluran berbayar lewat ruang media pihak ketiga

Menyebarkan pesan penawaran massal secara terukur

Pasang iklan berbayar di Instagram Story atau baliho

Branding

Identitas, persepsi nilai, reputasi, dan karakter visual

Menanamkan kesan unik dan loyalitas jangka panjang

Membangun narasi company branding serta identitas branding yang konsisten

Apa Saja Tujuan Advertising?

Menurut Philip Kotler, tujuan periklanan secara umum terbagi ke dalam tiga kelompok tugas utama:

Informatif (Membangun Kesadaran Awal)

Bertujuan mengenalkan produk baru, cara pakai, atau perubahan layanan kepada publik.

Contohnya, saat klinik kecantikan meluncurkan teknologi perawatan laser terbaru dan mengedukasi cara kerjanya lewat video media sosial. Metrik keberhasilannya diukur lewat jumlah jangkauan (reach), impresi, dan brand awareness.

Persuasif (Mendorong Aksi dan Transaksi)

Bertujuan meyakinkan audiens bahwa solusi yang ditawarkan merek Anda lebih unggul dibanding pesaing.

Contohnya, gerai ritel pakaian yang mengiklankan potongan harga khusus akhir pekan untuk mendatangkan pesanan kilat. Keberhasilannya ditinjau dari volume prospek (leads), rasio konversi (conversion rate), dan angka penjualan harian.

Mengingatkan (Menjaga Loyalitas)

Bertujuan menjaga agar merek tetap berada di ingatan utama (top of mind) pelanggan lama.

Contohnya, restoran cepat saji yang memunculkan iklan menu sarapan favorit setiap jam 7 pagi di aplikasi ponsel. Metrik kuncinya bertumpu pada pembelian ulang (repeat order) serta tingkat retensi pelanggan (client retention).

Jenis Advertising Berdasarkan Media

Pilihan kanal beriklan hari ini sangat beragam dengan karakteristik operasional dan cara pengukuran yang berbeda:

Jenis Media

Contoh

Kelebihan Utama

Keterbatasan

Cara Mengukur

Televisi & Radio

Iklan 30 detik pada prime time

Jangkauan massa luas dan daya ingat tinggi

Biaya mahal dan audiens kurang tersegmentasi

Rating point, estimasi impresi

Media Cetak

Advertorial koran atau majalah

Kredibel dan menyasar pembaca spesifik

Masa edar singkat dan sulit dilacak langsung

Oplah sirkulasi, penukaran kupon

Luar Ruang (OOH)

Baliho jalan raya atau stasiun

Paparan berulang bagi komuter harian

Sulit ditargetkan personal dan durasi pandang singkat

Estimasi volume lalu lintas harian

Mesin Pencari (SEM)

Google Search Ads berbayar

Menjangkau audiens berniat beli tinggi

Biaya per klik (CPC) tinggi di industri populer

CTR, CPC, konversi web

Media Sosial

Instagram Feed Ads, TikTok Ads

Target demografi dan minat sangat presisi

Materi iklan cepat memicu rasa bosan

CTR, CPM, biaya per prospek

Iklan Video

Video in-stream YouTube

Visual memikat untuk membangun atensi

Rentan dilewati (skip) pada detik awal

View-through rate (VTR), durasi tonton

Marketplace

Iklan Toko dan Iklan Produk Terkait

Menjangkau pembeli langsung di titik transaksi

Rentan perang harga dan bergantung algoritma

ROAS, jumlah transaksi langsung

Influencer / Endorsement

Ulasan kreator di Instagram Reel

Tingkat percaya tinggi dari pengikut setia

Kualitas pesan bergantung pada figur kreator

Engagement, penjualan kode voucer

Iklan Percakapan

Iklan langsung ke chat WhatsApp

Menjawab pertanyaan dan melayani transaksi instan

Membutuhkan admin sigap atau bot otomatis

Biaya per pesan masuk, konversi chat

Bagi bisnis yang mengandalkan konsultasi produk bernilai tinggi, memanfaatkan saluran Click-to-WhatsApp Ads menjadi langkah efektif untuk menjembatani rasa ingin tahu audiens langsung ke ruang obrolan privat. 

Aturan dan Etika Iklan di Indonesia

Menjalankan kampanye periklanan di Indonesia tidak boleh asal klaim. Ada pagar hukum perundang-undangan dan pedoman etik industri yang wajib ditaati:

1. Payung Hukum Perlindungan Konsumen (UU No. 8 Tahun 1999)

  • Pasal 9 dan Pasal 10: Pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, atau mengiklankan suatu barang/jasa secara tidak benar, menyesatkan, atau seolah-olah barang tersebut memiliki potongan harga khusus, standar mutu tertentu, atau khasiat tertentu yang sebenarnya tidak benar.

  • Pasal 17: Pelaku usaha periklanan dilarang memproduksi iklan yang mengelabui konsumen mengenai mutu, kuantitas, atau kegunaan barang, serta dilarang memuat informasi yang bertentangan dengan kesusilaan atau peraturan perundang-undangan.

2. Etika Pariwara Indonesia (EPI) Amandemen 2020

  • Klaim Superlatif: Kata-kata seperti "nomor satu", "terbaik", "paling", atau sejenisnya wajib disertai pembuktian riset resmi dari lembaga independen yang disebutkan sumbernya secara jelas.

  • Perbandingan Produk: Iklan perbandingan langsung yang menyebut merek kompetitor atau merendahkan mutu produk pesaing tidak diperbolehkan.

  • Pencantuman Kata "Gratis": Tidak boleh memuat kata "gratis" jika ternyata konsumen tetap dibebani biaya tersembunyi selain ongkos kirim resmi.

  • Rasa Takut dan Takhayul: Iklan dilarang memanfaatkan rasa takut, kecemasan, atau kepercayaan takhayul masyarakat untuk memaksakan penjualan.

  • Perlindungan Anak: Iklan yang menyasar anak-anak tidak boleh mengeksploitasi kepolosan mereka atau mendorong perilaku yang membahayakan keselamatan fisik.

  • Klaim "Halal": Pencantuman logo atau klaim halal wajib memiliki sertifikat resmi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

3. Ketentuan Khusus Lintas Sektor

  • Industri Kosmetik: Tunduk pada Peraturan BPOM No. 18 Tahun 2024 yang melarang klaim kosmetik yang menyerupai obat (misalnya menjanjikan menghilangkan flek dalam 2 hari secara permanen). Pelaku usaha di sektor bisnis kecantikan wajib mencantumkan nomor notifikasi BPOM secara terbuka.

  • Layanan Kesehatan: Diatur ketat oleh Permenkes No. 1787/MENKES/PER/XII/2010. Promosi dan kampanye pada sektor kesehatan dilarang memuat testimoni kesembuhan pasien, menjanjikan kesembuhan mutlak, atau memamerkan tindakan medis yang bersifat vulgar.

  • Sektor Jasa Keuangan: Mengacu pada POJK No. 22 Tahun 2023. Materi promosi wajib transparan mengenai skema bunga, denda keterlambatan, risiko investasi, serta wajib mencantumkan keterangan berizin dan diawasi oleh OJK.

  • Penyiaran Radio dan Televisi: Terikat pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

  • Perdagangan Elektronik: Diatur dalam Permendag No. 31 Tahun 2023 yang mewajibkan pedagang daring menyampaikan informasi promosi yang benar, tidak menyesatkan, mengutamakan produk dalam negeri, serta menonjolkan nilai diferensiasi produk secara jujur tanpa manipulasi harga atau klaim palsu.

Uraian regulasi ini disusun sebagai panduan edukasi operasional bisnis dan bukan merupakan nasihat hukum formal. Mematuhi aturan beriklan pada akhirnya adalah langkah penting menjaga reputasi bisnis di mata konsumen. Ketika promosi disampaikan secara jujur dan transparan, rasa percaya audiens akan terbentuk secara alami menjadi fondasi keberhasilan penjualan Anda. 

Bolehkah Iklan Terselubung dan Endorsement Tanpa Label Iklan?

Product placement dan endorsement merupakan praktik promosi yang sah secara hukum dagang. Namun, praktik ini menjadi pelanggaran saat kompensasi berbayar sengaja disembunyikan seolah-olah ulasan tersebut murni opini pribadi sang kreator.

Riset hukum di Indonesia menegaskan bahwa iklan terselubung (undisclosed advertising) berpotensi melanggar ketentuan UU Perlindungan Konsumen karena mengelabui daya kritis publik. EPI Amandemen 2020 secara tegas mewajibkan keterbukaan hubungan komersial di media sosial. Pengungkapan ini wajib dicantumkan secara gamblang pada bagian awal takarir (caption), baik menggunakan penanda resmi platform (Paid Partnership), penulisan kata "Iklan", atau tagar penjelas seperti #ad atau #iklan.

Cara Membuat Strategi Advertising dalam 6 Langkah

Menjalankan kampanye periklanan yang hemat biaya memerlukan tahapan terstruktur:

  1. Tetapkan Tujuan dan KPI yang Jelas: Tentukan apakah kampanye kali ini berfokus pada volume interaksi chat, pengenalan merek, atau efisiensi biaya akuisisi pelanggan.

  2. Tentukan Target Pasar: Pahami karakteristik demografi, tantangan, dan perilaku digital target pasar Anda agar anggaran tidak salah sasaran. 

  3. Rumuskan Pesan dari Pembeda Produk: Tonjolkan keunikan dan diferensiasi produk agar tawaran Anda unggul tanpa harus terjebak adu diskon dengan pesaing. 

  4. Pilih Media dan Alokasi Anggaran: Distribusikan dana promosi ke platform yang benar-benar menjadi tempat berkumpulnya audiens sasaran, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.

  5. Produksi Materi Pesan yang Taat Etika: Buat naskah, foto, dan video yang menarik secara visual tanpa melanggar etika periklanan atau membuat janji berlebihan.

  6. Siapkan Saluran Respons dan Evaluasi: Pastikan landing page cepat diakses atau tim admin chat siap merespons secara sigap. Pantau setiap rupiah anggaran hingga terbukti menghasilkan transaksi nyata, lalu lakukan optimasi materi berkala. 

Cara Mengukur Efektivitas Iklan

Keberhasilan materi promosi tidak bisa ditebak dari perkiraan semata. Beberapa metrik baku industri yang wajib dipantau mencakup:

  • Metrik Lalu Lintas & Biaya: Jangkauan (reach), frekuensi tayang, rasio klik tayang (Click-Through Rate / CTR), biaya per klik (Cost Per Click / CPC), dan biaya per prospek (Cost Per Lead).

  • Metrik Efisiensi Modal: Return on Ad Spend (ROAS) untuk melihat perbandingan pendapatan kotor terhadap pengeluaran iklan, serta Customer Acquisition Cost (CAC) guna mengukur biaya riil merekrut satu pembeli baru.

  • Metrik Iklan Percakapan (Chat Ads): Biaya per pesan masuk (cost per messaging conversation), kecepatan balasan admin (First Response Time), dan persentase chat yang berhasil diselesaikan menjadi transaksi (chat-to-deal conversion rate).

  • Metrik Persepsi Merek: Lakukan survei brand lift untuk mengukur sejauh mana iklan berhasil memperkuat brand image atau citra merek produk Anda di benak masyarakat. 

Penerapan promosi digital yang terencana terbukti menjadi pendorong utama dalam meyakinkan keputusan pembelian konsumen sekaligus membangun hubungan pelanggan jangka panjang. 

Contoh Advertising di Berbagai Sektor

Penerapan konsep periklanan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing industri:

  • Brand Kuliner (F&B) Lokal: Menayangkan video pendek proses penyajian hidangan hangat di Instagram Feed pada jam makan siang kantor. Tombol iklan langsung mengarah ke sambungan WhatsApp untuk melayani pesanan katering atau paket makan siang karyawan.

  • Klinik Layanan Kesehatan: Menjalankan iklan edukasi mengenai tanda-tanda alergi kulit musiman di media sosial. Ajakan bertindak (call-to-action) mengarahkan pasien untuk berkonsultasi jadwal dokter spesialis via chat, tanpa menampilkan foto perubahan fisik pasien secara vulgar demi mematuhi Permenkes No. 1787/2010.

  • Perusahaan Perangkat Lunak B2B: Memasang iklan Google Search berbasis kata kunci operasional bisnis seperti "software akuntansi pergudangan". Tautan mengarahkan calon klien ke formulir permintaan uji coba demo gratis.

Cara Memaksimalkan Iklan Chat Bersama SleekFlow

Menjalankan iklan yang langsung mengarahkan audiens ke WhatsApp atau Instagram Direct sering kali menjadi strategi konversi tercepat di pasar Indonesia. Namun, lonjakan chat yang tidak dikelola lewat sistem terpadu berisiko membuat calon pembeli kabur karena antrian balasan yang lambat.

SleekFlow menyempurnakan alur konversi iklan percakapan Anda melalui ekosistem terpadu:

  1. Integrasi Conversions API: Hubungkan akun WhatsApp Business Anda di SleekFlow dengan Meta Conversions API. Event yang terjadi di percakapan dikirim kembali ke Meta, sehingga algoritma iklan bisa belajar dari hasil percakapan, bukan hanya dari klik.

  2. Kualifikasi Mandiri Lewat Flow Builder: Sambut setiap prospek baru dengan alur percakapan interaktif. Calon pembeli dapat memilih produk yang dicari, estimasi kebutuhan, atau lokasi pengiriman secara otomatis sebelum terhubung ke staf manusia.

  3. Penyaluran Pesan (Smart Routing): Pesan yang masuk dialokasikan otomatis ke staf penjualan atau cabang toko terdekat berdasarkan domisili kota pelanggan.

  4. Respon Otomatis 24 Jam dengan AgentFlow: Manfaatkan agen AI pintar yang dilatih menggunakan basis pengetahuan bisnis Anda. AgentFlow menjawab keraguan teknis pelanggan secara natural kapan pun pesan masuk, termasuk di luar jam operasional toko.

  5. Dasbor Analitik Atribusi: Pantau performa setiap materi iklan secara transparan untuk mengetahui kampanye mana yang paling banyak menghasilkan transaksi lunas.

Contohnya BateriHub, jaringan layanan aki dengan 130 cabang. Sebelumnya, tim kesulitan memantau titik kontak pelanggan dan atribusi prospek dari iklan berbayar. Setelah menyatukan saluran obrolan di SleekFlow, BateriHub mencatat respons 17 kali lebih cepat.

Sementara itu, Bening’s Clinic menerima sekitar 15.000 sampai 20.000 leads per periode kampanye, dengan 1.500 sampai 2.000 pasien melakukan reservasi.

Sementara itu, Bening’s Clinic sukses mengelola lonjakan 15.000 hingga 20.000 prospek (leads) per kampanye, menghasilkan 1.500 hingga 2.000 reservasi tindakan medis berkat perutean pesan yang otomatis. 

Jangan biarkan anggaran periklanan Anda terbuang sia-sia akibat obrolan pelanggan yang tidak tertangani. Jadwalkan Demo bersama tim SleekFlow sekarang untuk mengubah setiap klik iklan menjadi penjualan yang terukur dan terstruktur.

Siap untuk membuat bisnis anda berkembang dan lebih sukses?

Kembangkan bisnis anda lebih baik dan efisien dengan Sleekflow

Bagikan Artikel

Tingkatkan konversi dengan SleekFlow AI

Coba sekarang tanpa biaya!