Konsep Pemasaran: Pengertian, 5 Jenis, dan Contohnya
TL;DR: Keterangan Singkat
- Konsep pemasaran adalah filosofi bisnis yang menempatkan pemahaman dan pemenuhan kebutuhan pelanggan sebagai kunci mencapai target perusahaan, berbeda dengan konsep penjualan yang berfokus pada jumlah produk terjual.
- Menurut Kotler & Armstrong, keberhasilan organisasi bergantung pada kemampuan memahami kebutuhan target pasar dan memuaskannya lebih baik dibanding kompetitor.
- Dalam praktiknya, bisnis perlu memahami tiga hal: needs (kebutuhan dasar), wants (bentuk spesifik kebutuhan sesuai preferensi), dan demands (keinginan yang didukung daya beli).
- Ada lima jenis konsep pemasaran, yaitu berorientasi produksi, produk, penjualan, pemasaran (customer-centric), dan pemasaran sosial, masing-masing dengan kelebihan dan risikonya.
- Contoh penerapannya antara lain kualitas premium Apple, flash sale e-commerce di tanggal kembar, pengembangan fitur Gojek berbasis riset pengguna, dan gerakan #BijakBerplastik dari Danone-Aqua.
Banyak pelaku bisnis rajin posting di media sosial untuk promosi tiap hari, tapi omzet stagnan dan susah naik secara signifikan.
Masalahnya kadang bukan di frekuensi promosi, melainkan strateginya belum dibangun atas dasar konsep pemasaran yang jelas.
Riset State of Small Business dari Enji terhadap pemilik usaha kecil di AS menemukan bahwa mereka yang punya rencana pemasaran tertulis 3 kali lebih konsisten menjalankan strategi dan 3 kali lebih yakin pemasarannya efektif.
Sebelum menyusun strategi promosi, sebaiknya pahami dulu konsep pemasaran dan kenapa ini menjadi salah satu penentu keberhasilan bisnis.
Apa Itu Konsep Pemasaran?
Konsep pemasaran adalah filosofi bisnis yang menyatakan bahwa tujuan perusahaan bisa tercapai dengan memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan lebih baik dibanding kompetitor.
Fokusnya bukan sekadar menjual, tapi menghadirkan real value yang relevan dengan kebutuhan dan preferensi pasar.
Ini yang membedakannya dari konsep penjualan (sales), yang lebih berorientasi pada jumlah produk terjual.
Konsep pemasaran mengarahkan seluruh strategi perusahaan untuk membangun kepercayaan dan kepuasan pelanggan dalam jangka panjang.
Konsep Pemasaran Menurut Para Ahli
Beberapa ahli punya definisi sendiri yang saling melengkapi tentang konsep pemasaran. Berikut 3 di antaranya:
Menurut Kotler & Armstrong (2014), konsep pemasaran adalah filosofi manajemen yang menyatakan pencapaian tujuan organisasi bergantung pada pemahaman kebutuhan dan keinginan target pasar, dan lebih memuaskan dibanding kompetitor.
Kotler & Keller (2007) menempatkan konsep pemasaran sebagai satu dari lima orientasi (produksi, produk, penjualan, pemasaran, dan pemasaran sosial) yang menjadi pedoman organisasi dalam menjalankan kegiatan pemasarannya.
Swastha & Irawan (2003) mendefinisikan konsep pemasaran sebagai falsafah yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup bisnis.
Needs, Wants, dan Demands dalam Pemasaran
Saat menjalankan marketing activity berdasarkan rencana, ada tiga hal penting yang perlu dipertimbangkan:
Needs (kebutuhan): Kondisi ketika seseorang merasa kekurangan sesuatu yang mendasar, seperti makan, rasa aman, atau diterima di lingkungannya. Needs bersifat alami dan tidak diciptakan oleh bisnis.
Wants (keinginan): Bentuk spesifik dari kebutuhan yang dipengaruhi budaya, kebiasaan, dan kepribadian seseorang. Misalnya, kebutuhan makan bisa berwujud keinginan makan nasi padang bagi satu orang dan salad bagi orang lain.
Demands (permintaan): Keinginan yang didukung daya beli. Banyak orang ingin punya mobil listrik, tapi hanya yang mampu membelinya yang benar-benar menjadi permintaan pasar.
Memahami ketiganya membantu bisnis menentukan produk apa yang perlu dibuat, untuk siapa, dan di kisaran harga berapa.
5 Jenis Konsep Pemasaran
Secara umum, ada 5 pendekatan yang biasa dipakai bisnis dalam menjalankan strategi pemasarannya, antara lain:
1. Konsep berorientasi produksi
Fokus utamanya adalah efisiensi produksi massal agar harga jual bisa ditekan serendah mungkin dan stok selalu tersedia.
Konsep ini cocok untuk market yang belum kompetitif, tapi kualitas produk rawan diabaikan karena kebutuhan spesifik pelanggan bukan menjadi prioritas.
Contoh klasiknya adalah Ford Model T. Henry Ford memproduksi mobil secara massal lewat sistem lini perakitan sehingga harganya bisa ditekan jauh lebih murah, meski pilihan model dan warnanya sangat terbatas.
2. Konsep berorientasi produk
Pendekatan ini meyakini bahwa pelanggan akan memilih produk dengan kualitas dan performa terbaik.
Risikonya, harga produk menjadi lebih mahal dan berpotensi kurang menjangkau pelanggan yang sangat mempertimbangkan harga.
Apple menjadi contoh konsep ini karena mengedepankan kualitas premium pada iPhone, iPad, dan MacBook hingga berhasil jadi trendsetter teknologi meski produknya dibanderol mahal.
3. Konsep berorientasi penjualan
Di sini, bisnis mendorong penjualan secara agresif tanpa terlalu memikirkan kebutuhan riil pelanggan, dengan asumsi produk akan laku asal dipromosikan cukup gencar.
Cara ini bisa mendongkrak sales jangka pendek, tapi rentan menimbulkan keluhan karena minim perhatian pada kepuasan pelanggan.
Perusahaan e-commerce umumnya menerapkan konsep ini lewat campaign flash sale besar-besaran di tanggal kembar untuk mendorong transaksi sebanyak mungkin dalam waktu singkat.
4. Konsep pemasaran (customer-centric)
Sebagai inti dari pemasaran modern, konsep ini menempatkan riset kebutuhan pelanggan sebagai titik awal, mulai dari pengembangan produk hingga evaluasi lewat after-sales feedback.
Bisnis yang menerapkan ini percaya bahwa memenuhi kebutuhan target market secara tepat akan membuat bisnis lebih kompetitif dalam jangka panjang.
Contohnya, Gojek menjalankan konsep ini dengan mengembangkan fitur di aplikasinya berdasarkan riset kebiasaan dan keluhan pengguna untuk meningkatkan customer experience.
5. Konsep pemasaran sosial (societal marketing)
Konsep ini memperluas fokus dari sekadar kepuasan pelanggan menjadi keseimbangan antara profit bisnis, keinginan pelanggan, dan kesejahteraan masyarakat luas.
Biasanya diterapkan lewat produk atau marketing campaign yang punya dampak sosial, meski segmennya cenderung lebih niche dan harganya sering kali lebih tinggi.
Danone-Aqua menerapkan konsep ini lewat gerakan #BijakBerplastik yang mendorong edukasi dan daur ulang kemasan sekaligus memperkuat brand image yang peduli lingkungan.
Perbedaan Konsep Pemasaran dan Konsep Penjualan
Meski sama-sama bertujuan meningkatkan angka sales, kedua konsep ini berangkat dari cara pandang yang berbeda, seperti terlihat pada tabel berikut.
Konsep Pemasaran di Era Digital dengan SleekFlow
Di era digital, penerapan konsep pemasaran yang customer-centric tidak bisa lepas dari data dan customer engagement yang konsisten.
Semakin dalam bisnis memahami riwayat interaksi dan preferensi pelanggannya, semakin tepat pula produk, harga, dan pesan yang bisa ditawarkan.
Tantangannya, penerapan orientasi customer-centric butuh komunikasi dan engagement dengan pelanggan secara konsisten. Padahal komunikasi dengan pelanggan tersebar banyak channel sekaligus sehingga sulit dipantau secara manual.
Sebagai platform omnichannel sekaligus WhatsApp BSP resmi, SleekFlow membantu bisnis menyatukan seluruh percakapan tersebut dalam satu inbox sekaligus mencatat riwayat interaksinya sebagai social CRM.
Dengan begitu, bisnis bisa lebih mudah memahami kebutuhan pelanggan dan meresponsnya secara personal. Persis seperti prinsip inti konsep pemasaran customer-centric yang sudah dibahas.
Tertarik melihat bagaimana SleekFlow bisa membantu bisnis Anda menerapkan konsep pemasaran yang lebih personal dan terukur? Jadwalkan demo sekarang!
Siap untuk membuat bisnis anda berkembang dan lebih sukses?
Kembangkan bisnis anda lebih baik dan efisien dengan Sleekflow
